Banjir genangan

From Bencanapedia.ID
Jump to: navigation, search

Jika Anda merasa konten halaman ini masih belum sempurna, Anda dapat berkontribusi untuk menyempurnakan dengan memperbaiki (Edit) atau memperdalam konten naskah ini. Setelah Anda anggap sempurna, silakan hapus koda template {{sempurnakan}} ini. Atau, Anda dapat mengirimkan perbaikan konten naskah ke bencanapedia@gmail.com..

Terimakasih..

Banjir genangan adalah banjir yang berasal dari air hujan lokal-- hujan yang terjadi di sebuah wilayah tertentu, yang menyebabkan timbulnya genangan. Genangan merupakan peristiwa di mana air terkonsentrasi di suatu tempat. Umumnya tempat yang rendah. Genangan dapat diidentifikasi dengan adanya luas genangan, tinggi genangan, Kapasitas saluran drainase yang terbatas, diperburuk dengan sampah yang masuk ke saluran drainase, dan tingkat infiltrasi tanah yang rendah, sementara curah hujan tinggi menyebabkan terjadinya banjir genangan.


Sejarah Sistem Drainase Jakarta

1. 1619 Sistem drainase dengan sistem tanggaul dibangun oleh VOC saat menduduki Batavia.

2. 1922 Sejak zaman pendudukan VOC hingga colonial Belanda, Batavia beberapa kali mengalami banjir besar. Untuk mengatasi banjir dengan lebih efektif, dibangunlah Banjir Kanal Barat pada 1922, sebuah sistem pengaturan air yang menampung air dari empat sungai besar: Sungai ciliwung, Sungai cideng, Sungai Krukut dan Sungai Grogol.

Banjir Kanal Barat terbentang dari Manggarai, ke arah Tanah Abang, Tomang, Grogol, Pademangan dan berakhir di Pluit.


3. 2003 Banjir Kanal Timur mulai dibangun pada tahun 2003 dan selesai pada 2010. Banjir Kanal Timur menampung aliran air dari Sungai Ciliwung, Cililitan, Cipinang, Sunter, Buaran, Jati Kramat, dan Cakung.

BOX 01:

Drainase

Sistem drainase merupakan sistem pengaliran dan pengeringan air. mengurangi, membuang kelebihan air dari suatu wilayah. Drainase juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas.


BOX 02:

Biopori

Biopori adalah lubang buatan yang diisi dengan sampah organik yang berfungsi sebagai resapan. Metode biopori bertujuan untuk mengatasi genangan air dengan cara meningkatkan daya resap air pada tanah. Resapan air berperan penting dalam mengurangi genangan air dan banjir. Resapan juga berfungsi menambah pasokan air tanah -- sumber air bersih manusia.

Sampah organik pada lubang buatan tersebut berfungsi sebagai kompos yang menumbuhkan fauna pada tanah. Fauna tersebut kemudain membentuk pori-pori yang meningkatkan kapasitas infiltrasi tanah. Teknologi biopori ini ditemukan oleh Kamir R. Brata, seorang dosen di Institute Pertanian Bogor.


Sumber

Suripin, 2004. Sistem Drainase Perkotaan Yang Berkelanjutan.