Gunungapi Merapi

From Bencanapedia.ID
Jump to: navigation, search

Bold textISI KESELURUHAN 1. Lema utama: Gunung merapi 2. Time line (yang garis): Kelahiran Gunung Merapi 3. Box: Wedus Gembel 4. Foto: Sukarno

LEMA UTAMA: Gunung Merapi

Gunung Merapi adalah gunung berapi paling aktif di Indonesia. Tercatat, sejak tahun 1548 Gunung Merapi telah mengalami erupsi 68 kali. Gunung ini adalah gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang membentang hingga ke Gunung Ungaran. Bentuk Gunung Merapi adalah kerucut, terdiri dari lava dan abu vulkanik yang mengeras. Bagian atas gunung tidak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan karena seringnya kejadian erupsi.

Gunung Merapi terletak di Jawa bagian tengah. Sisi Selatan Gunung Merapi berada di wilayah Kabupaten Sleman, sisi barat berada di Kabupaten Magelang, sisi utara dan timur di Kabupaten Boyolali dan sisi tenggara di kabupaten Klaten. Secara geografis, letak Gunung Merapi terbentang pada 110º15’13” sampai dengan 110º33’00” Bujur Timur dan 7º34’51” sampai dengan 7 º 47’03” Lintang Selatan. Gunung merapi terletak di ketinggian 2980 meter dari permukaan laut.

Ciri letusan Gunung Merapi adalah dorongan lava ke puncak kawah yang kemudian diikuti dengan runtuhnya kubah lava dan terbentuknya awan panas (nuee ardente) atau dikenal dengan nama wedhus gembel. Erupsi Guung Merapi ini terjadi tiap 3-4 tahun sekali.

Nama “Merapi” berasal dari bahasa Jawa, meru (gunung) dan api. Dalam kosmologi masyarakat Jawa, gunung mempunyai posisi spiritual yang tinggi. Para dewa atau makhluk halus, sering digambarkan tinggal atau beristana di atas puncak Gunung. Dalam mitologi Jawa, Merapi bahkan digambarkan sebagai paku dari para dewa untuk menancapkan Pulau Jawa agar pulau ini tidak bergeser-geser terus. Merapi juga dipercaya sebagai istana makhluk halus

Bagi masyarakat yang tinggal di lerengnya, Merapi bukan merupakan ancaman namun justru anugerah. Erupsi-erupsi kecil sepanjang tahun, diyakini sebagai Eyang Merapi sedang punya hajat. Kerusakan yang ditimbulkan erupsi, pada akhirnya akan menjadian tanah subur dan berkah tersendiri.

Bagi Kraton Yogyakarta, Gunung Merapi mempunyai nilai simbolis yang sangat tinggi. Sumbu filosofis (sumbu imajiner) yang menghubungkan Laut selatan-Panggung Krapyak-Kraton-Tugu- Gunung Merapi merupakan ajaran keselarasan dan keseimbangan hubangan manusia denganTuhan serta manusia dengan sesama.

Di Kawasan Rawan Bencana III Gunung Merapi, terdapat sekitar 40.000 jiwa penduduk. Gunung ini paling ketat diamati karena berpotensi menyebabkan risiko tinggi. Pengamatan dilakukan secara visual maupun instrumental. Ada lima pos pengamatan dan alat-alat pemantauan, seperti: seismogaf, sensor suara, tiltmeter. Ada sabo-sabo dam untuk mengurangi kecepatan laju lahar hujan sehingga memberikan waktu lebih bagi masyarakat terdampat untuk melakukan evakuasi

Dalam sistem peringatan dini erupsi Gunung Merapi, terdapat empat tingkat peringatan: Normal, Waspada, Siaga, dan Awas. Penentuan tingkat status dilakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), diusulkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).


TIMELINE: Kelahiran Gunung Merapi 1 1. Pra Merapi (400.000 tahun lalu) Disebut sebagai Gunung Bibi. Puncak Bibi mempunyai ketinggian sekitar 2050 M di atas muka laut dengan jarak datar antara puncak Bibi dan puncak Merapi sekarang sekitar 2.5 KM.

2. Merapi Tua (60.000-8000 tahun lalu) Periode ini terbentuk Gunung Turgo dan Plawangan.

3. Merapi Pertengahan (8000-2000 tahun lalu) Periode ini terbentuk Kawah Pasar Bubar.

4. Merapi Baru (2000 tahun lalu-sekarang) Periode ini terbentuk Gunung Anyar dan menjadi pusat aktivi Merap


BOX 01: Wedhus gembel Istilah yang dipakai masyarakat DIY dan Jawa Tengah untuk menyebut luncuran awan panas erupsi Gunung Merapi. Wedhus gembel terdiri dari fragmen batuan dalam berbagai ukuran, termasuk yang seukuran debu, dan gumpalan gas bersuhu  200-700 derajat Co. Gabungan unsur-unsur tersebut meluncur dari punggung gunung dengan kecepatan hingga 200 KM/jam. Jarak tempuh Wedhus gembel sangat dipengaruhi oleh volume, formasi, topografi punggung gunung, dan temperatur. Pada beberapa peristiwa letusan Gunung Merapi, jarak tempuh Wedhus gembel mencapai 8 KM dan merusak apa saja yang dilewati dan ditemuinya.

Wedhus gembel sesungguhnya jenis bintang ternak, biri-biri berambut gimbal, sama sekali tidak menakutkan. Ia seperti domba bertanduk dan berbulu lebat dan umumnya berwarna putih. Di sejumlah tempat, hewan ini diternakkan untuk diambil bulunya (bahan dasar wol) atau sebagai hewan aduan. Bentuk luncuran awan panas erupsi Gunung Merapi yang bergulung-gulung dan berwarna putih inilah yang diasosiasikan dengan bulu biri-biri berambut gimbal: Wedhus gembel.