Hunian tetap

From Bencanapedia.ID
Jump to: navigation, search

Jika Anda merasa konten halaman ini masih belum sempurna, Anda dapat berkontribusi untuk menyempurnakan dengan memperbaiki (Edit) atau memperdalam konten naskah ini. Setelah Anda anggap sempurna, silakan hapus koda template {{sempurnakan}} ini. Atau, Anda dapat mengirimkan perbaikan konten naskah ke bencanapedia@gmail.com..

Terimakasih..

Hunian tetap (huntap) adalah tempat tinggal para korban bencana pasca tinggal dari hunian sementara yang bersifat permanen. Bangunan huntap berbeda dengan huntara. Huntara bangunannya bersifat non-permanen dari sisi materialnya. Sedangkan huntap bangunannya permanen.

Huntap diperuntukkan bagi korban bencana yang sudah tidak punya tempat tinggal lagi. Juga diperuntukkan bagi meraka yang tempat tinggalnya masuk Kawasan Rawan Bencana yang tidak boleh ditinggali lagi menurut aturan pemerintah.

Pembangunan huntap mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan serta pertanggungjawaban, pelaku utamanya adalah masyarakat. Ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat pasca bencana. Pemanfaatan dan perawatan huntap semuanya diserahkan pada masyarakat. Pemerintah hanya sebagai aktor pendukung. Proses pembangunan huntap tidak hanya bersifat fisik saja. Akan tetapi juga diikuti dengan pemulihan kegiatan ekonomi masyarakat huntap yang mencakup pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, dan sebagainya. Untuk meningkatkan kesejahteraannya mereka mendapatkan banyak hal seperti pelatihan padat karya, senam lansia, trauma healing, dan juga pemulihan kembali di berbagai bidang lainnya.

Huntap merupakan bentuk nyata relokasi permukiman. Relokasi permukiman sendiri bagian dari mitigasi bencana untuk pengurangan resiko bencana. Maka dari itu proses pembangunan huntap selalu memperhatikan aspek kebencanaan dan fisik lahan karena masih masuk kawasan resiko bencana.

Menurut rilis www.rekompakciptakarya.org, huntap yang dibangun harus berkonsep eco-settlement dan memenuhi standard permukiman yang sesuai UU No.1 Tahun 2011. Konsep eco-settlement merupakan konsep dasar untuk eko-kota dan desa yang meliputi tiga pilar, yaitu ekologi, ekonomi, dan sosial-budaya. Prinsip utama konsep tersebut antara lain a) integritas ekologi, b) gaya hidup yang berkelanjutan, c) pemerintahan yang baik, dan d) pemeliharaan keragaman budaya yang harmoni.

Time Line:

• 24 November 2011 Bupati Sleman meletakkan batu pertama pembangunan hunian tetap milik warga Dusun Kinahrejo yang masuk wilayah KRB II • 04 Januari 2012 Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X meletakkan batu pertama pembangunan huntap di Dusun Batur, Desa Kepuhrejo, Cangkringan, Sleman. Hadir pula Ketua BNPB Pusat DR.Samsul Ma'arif, Utusan Bank Dunia dan Dirjen Cipta Karya Kementerian PU Perumahaan dan ESDM • 08 Februari 2012 Bupati Sleman memberi sambutan pada acara peresmian pembangunan hunian tetap bantuan dari Qatar Telecom • 23-25 Juli 2012 Pembangunan 155 huntap yang dibangun oleh Komisi PSE-Caritas Keuskupan Padang dan Yayasan Dana Kemanusiaan Kompas diresmikan oleh Buapati Kepulauan Mentawai di Dusun Pinairuk, Dusun Betumonga, dan Desa Mabolak, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten daerah Kepulauan Mentawai, Propinsi Sumatera Barat • 25 Juli 2012 Sejumlah masyarakat Sirahan dan Desa Keji menghadiri acara peletakkan batu pertama pembangunan huntap di Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Magelang • 7 Januari 2013 Penyerahan sertifikat tanah bagi warga yang mendapatkan huntap yang secara simbolis diserahkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X di balai desa Kepuhrejo, Cangkringan, Sleman • 14 Oktober 2013 Pembangunan hunian tetap korban tsunami Mentawai masuk tahap “land clearing” di Jalan Trans Km 8 Dusun Muntei, Desa Betumonga, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai • 17 Oktober 2013 Hunian tetap korban erupsi Merapi 2010 di Pagerjuang, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman mendapat kunjungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Box 01:

Clearing lahan huntap mentawai.jpg

Alat berat melakukan land clearing untuk pembangunan huntap di Kepulauan Mentawai (www.antarasumbar.com)

SBY kunjungi huntap pagerjurang.jpg

Hunian tetap korban erupsi Merapi 2010 di Pagerjuang, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman mendapat kunjungan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (www.kompas.com) Rekomendasi: http://rekompakciptakarya.org/