Kawasan perdesaan

From Bencanapedia.ID
Jump to: navigation, search

Jika Anda merasa konten halaman ini masih belum sempurna, Anda dapat berkontribusi untuk menyempurnakan dengan memperbaiki (Edit) atau memperdalam konten naskah ini. Setelah Anda anggap sempurna, silakan hapus koda template {{sempurnakan}} ini. Atau, Anda dapat mengirimkan perbaikan konten naskah ke bencanapedia@gmail.com..

Terimakasih..

Kawasan perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian, termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi.

Fungsi dan Tujuan

Menurut UU No. 26/2007, penataan ruang kawasan perdesaan secara umum memiliki fungsi dan diarahkan untuk:

  1. Pemberdayaan masyarakat perdesaan
  2. Pertahanan kualitas lingkungan setempat dan wilayah yang didukungnya
  3. Konservasi sumber daya alam
  4. Pelestarian warisan budaya lokal
  5. Pertahanan kawasan lahan abadi pertanian pangan untuk ketahanan pangan
  6. Penjagaan keseimbangan pembangunan perdesaan-perkotaan.

Ciri-ciri

Kawasan perdesaan memiliki beberapa ciri kegiatan yang meliputi,

  1. tempat permukiman perdesaan,
  2. kegiatan pertanian,
  3. kegiatan terkait pengelolaan tumbuhan alami,
  4. kegiatan pengelolaan sumber daya alam,
  5. kegiatan pemerintahan,
  6. kegiatan pelayanan sosial, dan
  7. kegiatan ekonomi.

Sedangkan menurut UU No. 6/2014 untuk membangunan kawasan perdesaan, pembangunannya harus terpadu dengan pembangunan antar-desa dalam 1 (satu) Kabupaten/Kota. Pembangunan yang dilaksanakan tersebut bertujuan untuk mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat Desa di Kawasan Perdesaan dan pendekatan pembangunan yang dipakai bersifat partisipatif.

Pembangunan Kawasan Perdesaan tersebut meliputi:

  1. Penggunaan dan pemanfaatan wilayah Desa dalam rangka penetapan kawasan pembangunan sesuai dengan tata ruang Kabupaten/Kota
  2. Pelayanan yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan
  3. Pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi perdesaan, dan pengembangan teknologi tepat guna
  4. Pemberdayaan masyarakat Desa untuk meningkatkan akses terhadap pelayanan dan kegiatan ekonomi

Time Line:

  • 2007 - Undang-Undang RI No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang
  • 2009 - Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 16/PRT/M/2009 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
  • 2010 - Peraturan Pemerintah RI N0. 68 Tahun 2010 Tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat Dalam Penataan Ruang
  • 2011 - Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 20/PRT/M/2011 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Dan Peraturan Zonasi Kabupaten/Kota
  • 2014 - Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa
  • 2014 - Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa

Box 01:

Konsep Penataan Ponjong.jpg Konsep Kawasan Perdesaan di Desa Ponjong, Gunung Kidul (www.ponjong.com)

Box 02:

Bertani.jpg Kegiatan bertani merupakan ciri utama kegiatan di kawasan perdesaan (penataanruang.pu.go.id)

Rekomendasi:

  1. http://www.bkprn.org
  2. http://www.penataanruang.com/
  3. http://ponjong.com/
  4. Dokumen Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa