Pemetaan Kapasitas

From Bencanapedia.ID
Jump to: navigation, search

Pemetaan Kapasitas

Pemetaan kapasitas adalah identifikasi dan analisa kapasitas, sumber daya, atau aset yang dapat mengurangi risiko bencana.

Pemetaan kapasitas meliputi antara lain kapasitas fisik, institusional, ekonomi, sosial dan sumber daya manusia baik individu maupun kolektif, yang memiliki keahlian di bidang penanggulangan bencana.

Lebih mengerucut lagi, beberapa jenis kapasitas yang dapat dibangun/diperbaiki antara lain: 1. Informasi. Ini mencakup pengetahuan/informasi mengenai cara menghadapi bencana dan kearifan lokal mengenai lingkungan, serta membaca tanda-tanda alam. 2. Latihan Mengadakan simulasi secara rutin berdasarkan rencana evakuasi dan memiliki rencana evakuasi yang jelas. 3. Komunikasi Menjalin komunikasi yang baik dan erat dengan aparatur pemerintahan. 4. Infrastruktur Membangun tempat-tempat pengungsian, meningkatkan kualitas peringatan dini, membangun bangunan yang tahan bencana dan membangun pemukiman di tempat yang aman dari ancaman bencana.1

BNPB, sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana, mengatur mengenai penilaian kapasitas bencana dalam Perkap BNPB Nomor 3/2008. Di dalamnya diuraikan hal-hal yang perlu diperhatikan terkait penilaian kapasitas dan pengukuran indikator pencapaian kapasitas daerah, yang bisa dibagi dalam 5 tingkatan, yaitu: 1. Daerah telah memiliki pencapaian-pencapaian kecil dalam upaya pengurangan risiko bencana dengan melaksanakan beberapa tindakan maju dalam rencana atau kebijakan. 2. Daerah telah melaksanakan beberapa tindakan pengurangan risiko bencana dengan pencapaian yang masih bersifat sporadic yang disebabkan belum adanya komitmen kelembagaan dan/atau kebijakan sistematis. 3. Komitmen pemerintah dan beberapa komunitas terkait pengurangan risiko bencana di suatu daerah telah tercapai dan didukung dengan kebijakan sistematis, namun capaian yang diperoleh dengan komitmen dan kebijakan tersebut dinilai belum menyeluruh hingga masih belum cukup berarti untuk mengurangi dampak negative dari bencana. 4. Dengan dukungan komitmen serta kebijakan yang menyeluruh dalam pengurangan risiko bencana di suatu daerah telah memperoleh capaian-capaian yang berhasil, namun diakui masih ada keterbatasan dalam komutmen, sumberdaya finansial atau kapasitas operasional dalam pelaksanaan upaya pengurangan risiko bencana di daerah tersebut. 5. Capaian komprehensif telah dicapai dengan komitmen dan kapasitas yang memadai di semua tingkat komunitas dan jenjang pemerintahan.2

Gabungan antara pemetaan ancaman, pemetaan risiko, pemetaan kerentanan dan pemetaan kapasitas menghasilkan pemetaan rawan bencana yang akan sangat berguna bagi pemerintah dan masyarakat luas.


Sumber

� Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 3 Tahun 2012 tentang Panduan Penilaian Kapasitas Daerah Dalam Penanggulangan Bencana.