Tim Reaksi Cepat

From Bencanapedia.ID
Jump to: navigation, search

Pada saat tanggap darurat bencana terdapat berbagai permasalahan antara lain waktu yang sangat singkat, kebutuhan yang mendesak dan berbagai kesulitan koordinasi ntara lain yang disebabkan karena banyaknya institusi yang terlibat dalam penanganan darurat bencana, kompetisi dalam pengerahan sumberdaya, otonomi yang berlebihan dan ketidakpercayaan kepada instansi pemerintah. Hal ini perlu dilakukan koordinasi yang lebih intensif dalam rangka memperlancar penyelenggaraan penanganan darurat bencana. Sehubungan dengan hal tersebut di atas perlu ditugaskan Tim Reaksi Cepat dari berbagai instansi/institusi yang bekerja berdasarkan Prosedur Tetap Tim Reaksi Cepat BNPB.

Tim Reaksi Cepat

Tim Reaksi Cepat BNPB, disingkat TRC BNPB, adalah suatu Tim yang dibentuk oleh Kepala BNPB, terdiri dari instansi/lembaga teknis/non teknis terkait yang bertugas melaksanakan kegiatan kaji cepat bencana dan dampak bencana pada saat tanggap darurat meliputi penilaian kebutuhan (Needs Assessment), penilaian kerusakan dan kerugian (Damage and Loses Assessment) serta memberikan dukungan pendampingan (membantu SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/ SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota) dalam penanganan darurat bencana.

Tugas Pokok TRC BNPB

TRC BNPB mempunyai tugas pengkajian secara cepat dan tepat di lokasi bencana dalam waktu tertentu dalam rangka mengidentifikasi cakupan lokasi bencana, jumlah korban, kerusakan prasarana dan sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum dan pemerintahan serta kemampuan sumber daya alam maupun buatan serta saran yang tepat dalam upaya penanganan bencana dengan tugas tambahan membantu SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota untuk mengkoordinasikan sector yang terkait dalam penanganan darurat bencana.

Fungsi TRC BNPB

Untuk melaksanakan tugas tersebut diatas, TRC BNPB mempunyai fungsi sebagai berikut:

  1. Melaksanakan pengkajian awal segera setelah terjadi bencana pada saat tanggap darurat.
  2. Membantu SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota untuk:
    1. Mengaktivasi Posko SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota.
    2. Memperlancar koordinasi dengan seluruh sektor yang terlibat dalam penanganan bencana.
    3. Menyampaikan saran yang tepat dalam untuk upaya penanganan bencana.
  3. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas secara periodik kepada Kepala BNPB dengan tembusan atasan langsung anggota Tim dari sektor terkait dan SATKORLAK PB/BPBD Provinsi/SATLAK PB/BPBD Kabupaten/Kota:
    1. Laporan awal setelah tiba di lokasi bencana.
    2. Laporan berkala/perkembangan (harian dan insidentil/ khusus).
    3. Laporan lengkap/akhir penugasan.

Persyaratan Anggota TRC BNPB

  1. . Kualifikasi Personil
    1. Sehat jasmani/rohani.
    2. Telah mengikuti pelatihan/workshop TRC.
    3. Berpengalaman di bidang kedaruratan bencana.
  2. Bersedia ditugaskan ke lokasi bencana minimal 3 s.d 7 hari.
  3. Setiap saat, selama masa penugasannya siap sedia dengan perlengkapan perorangannya di kantor/kendaraan atau di rumah yang dapat diambil dalam waktu relatif singkat/cepat.

Perlengkapan TRC BNPB

Perlengkapan TRC BNPB terdiri dari perlengkapan perorangan dan perlengkapan Tim Penugasan TRC BNPB TRC BNPB melaksanakan tugas dengan tahapan meliputi Tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan dan Tahap Pengakhiran.

Pranala

  • Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No 9 Tahun2008 TENTANG PROSEDUR TETAP TIM REAKSI CEPAT BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA)