Tsunami

From Bencanapedia.ID
Jump to: navigation, search

Jika Anda merasa konten halaman ini masih belum sempurna, Anda dapat berkontribusi untuk menyempurnakan dengan memperbaiki (Edit) atau memperdalam konten naskah ini. Setelah Anda anggap sempurna, silakan hapus koda template {{sempurnakan}} ini. Atau, Anda dapat mengirimkan perbaikan konten naskah ke bencanapedia@gmail.com..

Terimakasih..

Tsunami berasal dari Bahasa Jepang yang berarti 'gelombang ombak lautan' (tsu berarti 'lautan', nami berarti gelombang ombak). Tsunami adalah serangkaian gelombang ombak laut raksasa yang timbul karena adanya pergeseran di dasar laut akibat gempa bumi. (UU No 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana)

Terminologi

Tsunami berasal dari kata: "Tsu" = Pelabuhan dan "Nami" = Gelombang"

Tsunami adalah gelombang laut yang terjadi karena adanya gangguan impulsif pada laut. Gangguan impulsif tersebut terjadi akibat adanya perubahan bentuk dasar laut secara tiba-tiba dalam arah vertikal (Pond and Pickard, 1983) atau dalam arah horizontal (Tanioka and Satake, 1995). Perubahan tersebut disebabkan oleh tiga sumber utama, yaitu gempa tektonik, letusan gunung api, atau longsoran yang terjadi di dasar laut (Ward, 1982). Dari ketiga sumber tersebut, di Indonesia gempa merupakan penyebab utama (Puspito dan Triyoso, 1994).

Gelombang tsunami yang terjadi akibat deformasi di dasar laut memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Memiliki panjang gelombang sekitar 100-200 km atau lebih.
  • Memiliki perioda 10-60 menit
  • Kecepatan perambatan gelombang bergantung pada kedalaman dasar laut.

di mana: v= kecepatan gelombang; g = percepatan gravitasi ; h = kedalaman laut

Gempa pembangkit tsunami biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Lokasi episenter terletak di laut.
  • Kedalaman pusat gempa relatif dangkal, kurang dari 70 km.
  • Memiliki magnitudo besar M > 7.0 SR
  • Mekanisme pensesarannya adalah sesar naik (thrusting fault) dan sesar turun (normal fault)

Konteks sejarah

Tsunami besar terakhir di Samudra Hindia terjadi kira-kira tahun 1400 M. Pada tahun 2008, tim ilmuwan di Phra Thong, pulau penghalang di sepanjang pesisir barat Thailand, melaporkan adanya bukti tiga tsunami besar dalam kurun 2.800 tahun sebelumnya. Tsunami terbesar terjadi sekitar 700 tahun yang lalu. Tim kedua menemukan bukti serupa tentang keberadaan tsunami di Aceh, provinsi di ujung utara Sumatera. terakhir. Penanggalan karbon serpihan kulit pohon di tanah di bawah lapisan pasir kedua membuktikan bahwa tsunami terkini sebelum tahun 2004 terjadi antara tahun 1300 dan 1450 M.

Gempa bumi dan tsunami 2004 adalah bencana alam paling mematikan di dunia sejak gempa bumi Tangshan 1976. Gempa ini merupakan yang terkuat ketiga yang pernah tercatat sejak 1900. Gempa bumi paling mematikan sepanjang sejarah terjadi pada tahun 1556 di Shaanxi, Cina, dan menewaskan 830.000 orang, namun jumlahnya dianggap tidak dapat diandalkan dikarenakan periode waktunya.

Tsunami 2004 adalah yang paling mematikan sepanjang catatan sejarah. Sebelum 2004, tsunami di Samudra Hindia dan Pasifik yang disebabkan oleh letusan Krakatau 1883 diperkirakan menewaskan antara 36.000 sampai 120.000 orang. Tahun 1782, sekira 40.000 orang tewas akibat terjangan tsunami (atau siklon) di Laut Cina Selatan. Tsunami paling mematikan sebelum 2004 adalah gempa bumi dan tsunami Messina 1908 di Laut Mediterania, Italia, yang menewaskan sekitar 123.000 orang.

Pengelolaan Risiko Tsunami

Prinsip Perencanaan Peka Tsunami[1]

  1. Mengenali risiko tsunami
  2. Menghindari pembangunan baru
  3. Mengatur pembangunan di daerah terpaan
  4. Merancang dan membangun bangunan baru untuk mengurangi kerusakan
  5. Melindungi pembangunan yang sedang berjalan
  6. Mengambil tindakan pencegahan khusus
  7. Merencanakan evakuasi vertikal

Kejadian-Kejadian Tsunami

1556 - Shaanxi, China

1883 - Krakatau, Indonesia

1906 - Ekuador dan Kolombia

1908 - Messina, Italia

1960 - Chile

2004 - Aceh-Nias, Indonesia

2005 - Mentawai, Indonesia

2011 - Jepang

Catatan Kaki

  1. ET Paripurno, dkk. Menghadapi Tsunami: Tujuh Prinsip Perancangan dan Perencanaan. Materi Presentasi. PSMB UPN Veteran Yogyakarta