Difference between revisions of "Fenomena Equinox"

From Bencanapedia.ID
Jump to: navigation, search
m (Ben moved page Fenomena equinox to Fenomena Equinox without leaving a redirect)
Line 5: Line 5:
 
Peristiwa ekuinoks di bumi membuat intensitas sinar matahari menjadi lebih besar ketika tengah hari sehingga suhu akan sedikit meningkat, terlebih di wilayah garis khatulistiwa. Saat terjadi ekuinoks, durasi antara waktu siang dan malam hampir terbagi sama rata, yakni 12 jam di seluruh dunia.  
 
Peristiwa ekuinoks di bumi membuat intensitas sinar matahari menjadi lebih besar ketika tengah hari sehingga suhu akan sedikit meningkat, terlebih di wilayah garis khatulistiwa. Saat terjadi ekuinoks, durasi antara waktu siang dan malam hampir terbagi sama rata, yakni 12 jam di seluruh dunia.  
  
Koordinat wilayah Indonesia yang terletak di 90º hingga 141ºbujur timur dan 64º lintang utara dan hingga 11º lintang selatan, membuatnya dilewati garis ekuator atau disebut sebagai garis khatulistiwa. Dengan demikian terdapat beberapa wilayah yang mengalami fenomena ekuinoks karena terletak pada garis khatulistiwa. Wilayah tersebut meliputi Kota Bonjol (Sumatera Barat), Kepulauan Batu (Sumatera Utara), Kota Pontianak (Kalimantan Barat), Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi, Pulau Halmahera (Maluku Utara), dan Pulai Waigeo (Papua Barat). Sedangkan negara di belahan bumi lainnya yang juga merasakan fenomena ekuinoks pada September 2021 lalu meliputi Ekuador, Kolombia, Brazil, (Benua Amerika), Republik Kongo, Uganda, Kenya, Sao Tomeo dan Principe, Republik Demokratik Kongo, Somalia, dan Gabon (Benua Afrika),Maladewa  (Asia Selatan) ,dan Kiribati (Australia Oceania).
+
Koordinat wilayah Indonesia yang terletak di 90º hingga 141ºbujur timur dan 64º lintang utara dan hingga 11º lintang selatan, membuatnya dilewati garis ekuator atau disebut sebagai garis khatulistiwa. Dengan demikian terdapat beberapa wilayah yang mengalami fenomena ekuinoks karena terletak pada garis khatulistiwa. Wilayah tersebut meliputi Kota Bonjol (Sumatera Barat), Kepulauan Batu (Sumatera Utara), Kota Pontianak (Kalimantan Barat), Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi, Pulau Halmahera (Maluku Utara), dan Pulai Waigeo (Papua Barat).  
 +
 
 +
Sedangkan negara di belahan bumi lainnya yang juga mengalami fenomena ekuinoks pada September 2021 lalu meliputi Ekuador, Kolombia, Brazil, (Benua Amerika), Republik Kongo, Uganda, Kenya, Sao Tomeo dan Principe, Republik Demokratik Kongo, Somalia, dan Gabon (Benua Afrika), Maladewa  (Asia Selatan), dan Kiribati (Australia Oceania).
  
 
Fenomena iklim tersebut terakhir terjadi pada Kamis, 23 September 2021 dan sebelumnya pada 21 Maret 2021.
 
Fenomena iklim tersebut terakhir terjadi pada Kamis, 23 September 2021 dan sebelumnya pada 21 Maret 2021.
  
 
Sumber:
 
Sumber:
#edukasi.sains.lapan.go.id
+
#http//www.edukasi.sains.lapan.go.id
 
#equinox   
 
#equinox   
 
#ekuinoks
 
#ekuinoks
Line 20: Line 22:
 
[[category:ekuator]]
 
[[category:ekuator]]
 
[[category:khatulistiwa]]
 
[[category:khatulistiwa]]
[[Category:iklim]]
+
[[category:iklim]]
 +
[[category:climate]

Revision as of 09:59, 20 March 2022

Jika Anda merasa konten halaman ini masih belum sempurna, Anda dapat berkontribusi untuk menyempurnakan dengan memperbaiki (Edit) atau memperdalam konten naskah ini. Setelah Anda anggap sempurna, silakan hapus koda template {{sempurnakan}} ini. Atau, Anda dapat mengirimkan perbaikan konten naskah ke bencanapedia@gmail.com..

Terimakasih..

Fenomena Equinox (Indonesia: ekuinoks) adalah fenomena saat letak matahari berada tepat di titik garis ekuator atau garis lintang 0º (zero latitude). Peristiwa alam tersebut secara berkala terjadi dua kali setiap tahun. Biasanya terjadi sekitar Maret (ekuinoks musim semi) dan September (ekuinoks musim gugur) di wilayah belahan bumi utara.

Peristiwa ekuinoks di bumi membuat intensitas sinar matahari menjadi lebih besar ketika tengah hari sehingga suhu akan sedikit meningkat, terlebih di wilayah garis khatulistiwa. Saat terjadi ekuinoks, durasi antara waktu siang dan malam hampir terbagi sama rata, yakni 12 jam di seluruh dunia.

Koordinat wilayah Indonesia yang terletak di 90º hingga 141ºbujur timur dan 64º lintang utara dan hingga 11º lintang selatan, membuatnya dilewati garis ekuator atau disebut sebagai garis khatulistiwa. Dengan demikian terdapat beberapa wilayah yang mengalami fenomena ekuinoks karena terletak pada garis khatulistiwa. Wilayah tersebut meliputi Kota Bonjol (Sumatera Barat), Kepulauan Batu (Sumatera Utara), Kota Pontianak (Kalimantan Barat), Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi, Pulau Halmahera (Maluku Utara), dan Pulai Waigeo (Papua Barat).

Sedangkan negara di belahan bumi lainnya yang juga mengalami fenomena ekuinoks pada September 2021 lalu meliputi Ekuador, Kolombia, Brazil, (Benua Amerika), Republik Kongo, Uganda, Kenya, Sao Tomeo dan Principe, Republik Demokratik Kongo, Somalia, dan Gabon (Benua Afrika), Maladewa (Asia Selatan), dan Kiribati (Australia Oceania).

Fenomena iklim tersebut terakhir terjadi pada Kamis, 23 September 2021 dan sebelumnya pada 21 Maret 2021.

Sumber:

  1. http//www.edukasi.sains.lapan.go.id
  2. equinox
  3. ekuinoks[[category:climate]