Tanggap Darurat Bencana

From Bencanapedia.ID
Jump to: navigation, search

Tanggap Darurat Bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana. (Pasal 1 Angka 10 UU Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana).

Tahap Tanggap Darurat

Penyelenggaraan penanggulangan bencana pada saat tanggap darurat meliputi: (a) Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, dan sumber daya; (b) Penentuan status keadaan darurat bencana; (c) Penyelamatan dan evakuasi masyarakat terkena bencana; (d) Pemenuhan kebutuhan dasar; (e) Pelindungan terhadap kelompok rentan; dan (f) Pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital.

Pengkajian Cepat dan Tepat

Pengkajian secara cepat dan tepat dilakukan untuk mengidentifikasi: (a) cakupan lokasi bencana; (b) jumlah korban; (c) kerusakan prasarana dan sarana; (d) gangguan terhadap fungsi pelayanan umum serta pemerintahan; dan kemampuan sumber daya alam maupun buatan.

Penentuan Status Darurat Bencana

Dalam hal status keadaan darurat bencana ditetapkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan badan penanggulangan bencana daerah mempunyai kemudahan akses yang meliputi: (a) pengerahan sumber daya manusia; (b) pengerahan peralatan; (c) pengerahan logistik; (d) imigrasi, cukai, dan karantina; (e) perizinan; (f) pengadaan barang/jasa; (g) pengelolaan dan pertanggungjawaban uang dan/atau barang; (h) penyelamatan; dan (i) komando untuk memerintahkan sektor/lembaga. (Ketentuan lebih lanjut mengenai kemudahan akses diatur dengan peraturan pemerintah)

Penetapan status darurat bencana dilaksanakan oleh Pemerintah sesuai dengan skala bencana, dimana untuk skala nasional dilakukan oleh Presiden, skala provinsi dilakukan oleh Gubernur, dan skala kabupaten/kota dilakukan oleh Bupati/Walikota.

Penyelamatan dan Evakuasi Korban

Penyelamatan dan evakuasi korban dilakukan dengan memberikan pelayanan  kemanusiaan yang timbul akibat bencana yang terjadi pada suatu daerah melalui upaya: (a) pencarian dan penyelamatan korban; (b) pertolongan darurat; dan/atau (c) evakuasi korban.

Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Pemenuhan kebutuhan dasar meliputi bantuan penyediaan: (a) kebutuhan air bersih dan sanitasi; (b) pangan; (c) sandang; (d) pelayanan kesehatan; (e) pelayanan psikososial; dan (f) penampungan dan tempat hunian.

Penanganan masyarakat dan pengungsi yang terkena bencana dilakukan dengan kegiatan meliputi pendataan, penempatan pada lokasi yang aman, dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Pelindungan Kelompok Rentan

Kelompok  rentan terdiri atas: (a) bayi, balita, dan anak-anak; (b) ibu yang sedang mengandung atau menyusui; (c) penyandang cacat; dan (d) orang lanjut usia.

Pelindungan terhadap kelompok rentan dilakukan dengan memberikan prioritas kepada kelompok rentan berupa penyelamatan, evakuasi, pengamanan, pelayanan kesehatan, dan psikososial.

Pemulihan Prasarana dan Sarana Vital

Pemulihan fungsi prasarana dan sarana vital dilakukan dengan memperbaiki dan/atau mengganti kerusakan akibat bencana.

Standar Manejemen

Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana diselenggarakan dengan pola yang terdiri atas rencana operasi, permintaan, pengerahan/mobilisasi sumberdaya yang didukung dengan fasilitas komando yang diselenggarakan sesuai dengan jenis, lokasi dan tingkatan bencana. Penyelenggaraan Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana diakhiri oleh pembubaran Komando Tanggap Darurat Bencana.

Baca juga

  • Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No 1 Tahun 2008 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA
  • Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No 4 Tahun 2008 TENTANG PEDOMAN PENYUSUNAN RENCANA PENANGGULANGAN BENCANA
  • Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana No 10 Tahun2008 TENTANG PEDOMAN KOMANDO TANGGAP DARURAT BENCANA)

Pranala